Welcome to

Astronomy Event

Berita dan Ensiklopedia Alam Semesta
Force = Mass times Acceleration
Join us on

Ada Apa di Bulan Desember 2015?


Astronomy Event - Kita akhirnya memasuki bulan terakhir dalam tahun 2015. Dalam bulan ini, ada beberapa fenomena astronomi menarik yang akan terjadi. Apa saja fenomena-fenomena tersebut. Yuk kita simak!

1 Desember - Aktivitas hujan meteor Puppid Velids dimulai (radiannya di rasi Puppis dan Vela).

2 Desember, 18:21 WIB - Konjungsi Bulan-Regulus terjadi dan kedua terpisah 2,9 derajat. Di Indonesia, konjungsi ini bisa dilihat pada hari yang sama pukul 23:41 WIB saat keduanya terpisah 4,8 derajat di langit timur.

3 Desember - Aktivitas hujan meteor Sigma Hydrids dimulai

3 Desember, 09:16 WIB - Oposisi Aldebaran (Alpha Tauri) dengan Matahari.

3 Desember, 14:41 WIB - Bulan berada pada fase perempat akhir (bulan separuh akhir).

5 Desember - Aktivitas hujan meteor Leonis Minorids dimulai.

5 Desember, 21:48 WIB - Bulan berada pada titik apogee (404.832 km dari Bumi)

5/6 Desember - Aktivitas hujan meteor Phoenicids mencapai puncaknya. Banyaknya meteor yang jatuh bervariasi dari tahun ke tahun.

6 Desember, 11:20 WIB - Konjungsi sangat dekat antara Bulan dan Mars terjadi dan keduanya terpisah hanya 0,3 derajat. Di Indonesia, konjungsi ini bisa terlihat di hari yang sama pada pukul 04:40 WIB saat keduanya terpisah 1,9 derajat di langit timur.

7 Desember - Aktivitas hujan meteor Puppid Velids mencapai puncaknya. Dalam kondisi langit ideal, kalian bisa melihat 10 meteor per jamnya. Sementara itu, aktivitas hujan meteor Geminids dimulai.

7 Desember, 02:34 WIB - Konjungsi Bulan-Spica akan terjadi dan keduanya terpisah 4,6 derajat. Konjungsi ini terlihat pada waktu itu dan keduanya berada rendah di langit timur.

7 Desember, 22:53 WIB - Konjungsi dekat Bulan-Venus akan terjadi dan keduanya akan terpisah hanya 1 derajat. Di Indonesia, konjungsi ini dapat terlihat pada 8 Desember 03:13 WIB saat keduanya terpisah 2,3 derajat di langit barat. 

9 Desember - Aktivitas hujan meteor Phoenicids berakhir. Sementara itu, aktivitas hujan meteor Monocerotids dimulai. Dalam kondisi langit ideal, kalian bisa melihat 2 meteor per jam.

10 Desember - Aktivitas hujan meteor Taurids Selatan berakhir.

11 Desember, 17:30 WIB - Bulan berada pada fase Bulan Baru.

12 Desember - Aktivitas hujan meteor Sigma Hydrids mencapai puncaknya. Dalam kondisi ideal, kalian bisa melihat 3 meteor per jam. Pada hari yang sama, aktivitas hujan meteor Comae Berenicids dimulai.

12 Desember, 16:49 WIB - Capella (Alpha Aurigae) berada pada oposisi dengan Matahari.

13/14 Desember - Aktivitas hujan meteor Geminids mencapai puncaknya. Dalam kondisi langit ideal, kalian bisa melihat 120 meteor per jam (2 meteor per menit!).

15 Desember - Hujan meteor Puppid Velids dan Sigma Hydrids berakhir.

16 Desember - Aktivitas hujan meteor Comae Berenicids mencapai puncak. Dalam kondisi ideal, kalian bisa melihat 3 meteor per jam.

17 Desember - Aktivitas hujan meteor Monocerotids dan Geminids berakhir. Sementara itu, aktivitas hujan meteor Ursids dimulai.

18 Desember, 22:15 WIB - Bulan berada pada fase perempat awal (bulan separuh awal).

20 Desember - Aktivitas hujan meteor Leonis Minorids berakhir.

21 Desember, 04:47 WIB - Konjungsi Mars-Spica akan terjadi dan keduanya akan terpisah 3,9 derajat. Di Indonesia, konjungsi ini bisa dilihat pada waktu itu dan keduanya berada tinggi di langit timur.

21 Desember, 09:28 WIB - Betelguese (Alpha Orionis) berada pada oposisi dengan Matahari.

21 Desember, 17:01 WIB - Bulan berada pada titik perigee (368.431 km dari Bumi).

22 Desember, 11:49 WIB - Titik balik matahari terjadi. Saat hari ini, Matahari mencapai deklinasi paling tinggi (23,5 derajat dari ekuator langit) yang menyebabkan daerah Jabodetabek mengalami siang terpanjang dalam tahun (12 jam 30 menit).

23 Desember - Aktivitas hujan meteor Comae Berenicids berakhir. Semantara itu, aktivitas hujan meteor Ursids mencapai puncaknya. Saat itu dalam keadaan langit ideal, kalian bisa melihat 10 meteor per jam. Namun, agak sulit untuk mengamati hujan meteor ini karena aktivitas puncaknya hanya berlangsung sebentar saja.

24 Desember, 03:49 WIB - Konjungsi dekat Bulan-Aldebaran akan terjadi dan kedua akan terpisah hanya 0,9 derajat. Di Indonesia, konjungsi dapat terlihat pada saat itu dan keduanya berada rendah di langit barat.

25 Desember - Persamaan waktu (Equation of Time) pada hari ini adalah nol.

26 Desember - Aktivitas hujan meteor Ursids berakhir.

27 Desember,  16:06 WIB - Tejat (Mu Geminorum) berada pada oposisi dengan Matahari.

27 Desember, 21:19 WIB - Canopus (Alpha Carinae dan juga bintang paling terang kedua di langit malam) berada pada oposisi dengan Matahari.

28 Desember - Aktivitas hujan meteor Quadrantids dimulai. Puncak Quadrantids akan terjadi pada tanggal 4 Januari.

28 Desember, 05:17 WIB - Konjungsi Bulan-Kluster Praesepe akan terjadi dan keduanya akan terpisah 5,2 derajat. Di Indonesia, konjungsi dapat terlihat dan keduanya berada di langit barat.

29 Desember, 09:57 WIB - Merkurius mencapai elongasi senja terbesar, yaitu sekitar 20 derajat dari Matahari.

30 Desember, 03:35 WIB - Konjungsi Bulan-Regulus akan terjadi dan keduanya akan terpisah 2,5 derajat. Di Indonesia, konjungsi dapat terlihat pada saat itu dan keduanya berada di dekat zenith (titik yang berada tepat diatas kepala kita).

31 Desember, 23:08 WIB - Konjungsi dekat Bulan-Jupiter akan terjadi dan keduanya akan terpisah hanya 1,1 derajat. Di Indonesia, konjungsi dapat terlihat pada saat itu dan keduanya berada rendah di langit timur.

Share this:

ABOUTAUTHOR

Hi! Kalian boleh panggil aku "Admin N". Aku yang ada dibalik pembuatan post, pengembangan blog, dan yang suka ngetik-ngetik Tweet di Twitter dan status di Facebook. Support Astronomy Event terus ya! Dan juga support perkembangan ilmu astronomi di Indonesia!

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: