Welcome to

Astronomy Event

Berita dan Ensiklopedia Alam Semesta
Force = Mass times Acceleration
Join us on

Mengapa Tidak Ada Bintang Hijau Atau Ungu?

Banyak bintang berwarna merah, oranye, kuning atau biru. Tapi kenapa tidak ada yang berwarna hijau dan ungu?

Ilustrasi

Astronomy Event - Coba kalian lihat langit malam yang tak ditemani Bulan. Sangat indah, dengan ribuan bintang dengan warna merah, oranye, kuning dan biru. Semuanya merupakan warna-warna dari spektrum warna. Tunggu! Semuanya tidak dapat melengkapi spektrum warna karena tidak ada hijau atau ungu. Jadi, mengapa tidak ada bintang berwarna hijau atau ungu.

Kita tahu bahwa bintang memancarkan cahaya. Tapi, sebenarnya semua benda di alam semesta termasuk kalian dan aku juga memancarkan cahaya. Namun dalam cahaya yang berbeda. Benda apapun yang memiliki suhu diatas absolut nol akan memancarkan cahaya (istilahnya radiasi benda hitam). Semakin panas sebuah benda, maka energi benda akan menjadi semakin besar untuk membuat panjang gelombang cahaya yang dipancarkan semakin pendek.

Helium cair (-260 derajat Celcius) memancarkan gelombang radio, es kering (-40 derajat Celcius) memancarkan gelombang mikro (microwave), manusia (36,5 derajat Celcius) memancarkan gelombang inframerah. 

Namun, jika benda memiliki suhu antara 525 - 8.000 derajat celcius, maka akan memancarkan cahaya tampak. Tapi hal tersebut salah!

Energi benda dapat membuat cahaya, tapi energi ini tidak dikeluarkan dalam jumlah yang sama. Artinya, benda dapat memancarkan tidak hanya satu jenis gelombang, tapi banyak jenis gelombang. Lihat gambar dibawah ini!


Lengkungan benda hitam

Orang awam bilang benda bersuhu 3.000 K memancarkan cahaya merah. Namun faktanya, benda bersuhu 3.000 K akan memancarkan cahaya merah yang terbanyak (cahaya maksimum) dan memancarkan cahaya yang bergelombang lebih pendek dan panjang lebih sedikit dan memancarkan cahaya yang bergelombang lebih pendek lagi atau lebih panjang lagi lebih sedikit lagi dan seterusnya. 

Lihat pada lengkungan 6.000 K yang merupakan suhu permukaan matahari kita. Cahaya maksimum berada pada gelombang hijau-biru. Lalu mengapa matahari tidak memancarkan cahaya biru-hijau?.

Jika cahaya maksimum berada pada warna hijau yang merupakan warna yang berada di tengah spektrum. Maka warna cahaya yang lainnya yang dipancarkan memiliki perbandingan banyak pancaran dengan pancaran cahaya maksimum paling kecil, sehingga benda seperti memancarkan semua spektrum cahaya pada terang yang sama atau putih.

Jadi cahaya matahari berwarna putih. Tapi terlihat kuning karena cahaya hijau, biru dan ungu terhamburkan dan yang tersisa cahaya kuning, oranye dan merah. Namun, karena matahari memancarkan cahaya kuning daripada cahaya oranye atau merah, maka matahari terlihat kuning.

Lalu, kenapa tidak ada bintang berwarna ungu?

Itu disebabkan mata manusia lebih sensitif pada cahaya biru daripada cahaya ungu. Dan pada cahaya maksimum ungu, perbedaan tingginya radiasi cahaya ungu dan cahaya biru hampir sama, karena benda akan lebih mudah memancarkan cahaya yang bergelombang lebih panjang dari gelombang cahaya maksimum daripada yang cahaya bergelombang lebih pendek.

Sebenarnya, kita dapat melihat bintang hijau atau ungu dengan melihat bintang menggunakan kertas kaca (cellophane) berwarna hijau atau ungu berlapis. Cellophane akan meneruskan cahaya hijau atau ungu dan memblok cahaya lainnya. Namun secara alamiah bintang yang benar-benar hijau atau ungu hanya ada dan tinggal di alam semesta di dalam kepala kalian.

Share this:

ABOUTAUTHOR

Hi! Kalian boleh panggil aku "Admin N". Aku yang ada dibalik pembuatan post, pengembangan blog, dan yang suka ngetik-ngetik Tweet di Twitter dan status di Facebook. Support Astronomy Event terus ya! Dan juga support perkembangan ilmu astronomi di Indonesia!

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: