Welcome to

Astronomy Event

Berita dan Ensiklopedia Alam Semesta
Force = Mass times Acceleration
Join us on

Flare Matahari Mengancam Bumi Awal April Ini

Suar Matahari cukup besar dilepaskan dari area bintik Matahari AR2017, pada akhir bulan Maret. Sementara pada 2 April, bintik Matahari AR2027 juga melepaskan suar.


Ilustrasi. (Thinkstockphoto)
Flare Matahari kelas M9 di AR2017. (Kredit: SDO)

Sebelum mengakhiri bulan Maret, Matahari tampaknya ingin memberikan sedikit oleh-oleh. Suar (flare) Matahari dalam yang cukup besar dilepaskan dari area aktif AR2017.

Flare Matahari atau Suar Matahari skala X1 merupakan klasifikasi untuk ledakan yang paling besar dan dasyat yang terjadi di Matahari.

Ledakan kelas ini bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, blackout frekuensi HF radio), navigasi, menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah, dan terjadinya badai radiasi yang panjang di lapisan teratas atmosfer.

Lontaran massa korona dari ledakan yang terjadi di AR2017 diperkirakan mengarah ke Bumi dan akan berinteraksi dengan dengan medan magnet Bumi. Berpotensi antara 35-60 persen untuk menimbulkan badai geomagnetik di awal April.

Tarian badai geomagnetik pada awalnya diharapkan akan mulai terjadi tanggal 2 April saat aliran partikel Matahari mengalir turun sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi, ke kutub-kutub Bumi dan bertabrakan dengan atom nitrogen dan oksigen di atmosfer.

Akan tetapi, peluang itu kemudian menurun hingga 1 persen karena tampaknya partikel-partikel dari matahari tersebut melewatkan Bumi dari kunjungannya.

Suar Matahari yang terjadi pada 29 Maret, tidak saja menyebabkan terjadinya padamnya gelombang radio saja melainkan juga menghasilkan sinyal radio sendiri. Ledakan yang terjadi di bintik Matahari AR2017 mengirimkan gelombang kejut dengan kecepatan 4800 km/detik keluar dari atmosfer Matahari.

Emisi radio yang distimulasi dari gelombang kejut tersebut menempuh perjalanan sejauh 150.000.000 km ke Bumi dan menyebabkan radio penerima gelombang pendek menghasilkan deru statik.

Meskipun AR2017 sudah mulai tenang, diperkirakan masih mungkin untuk melepaskan ledakan skala M. Dan tak hanya AR2017, karena pada 2 April, bintik Matahari AR2027 juga melepaskan suar Matahari kelas M6. 

Ledakan dengan skala menengah tersebut memang tidak sekuat ledakan X1 dan kekuatannya  hanya sepersepuluh dari energi fluks flare kelas X. Biasanya flare di kelas ini hanya menyebabkan terjadi blackout singkat pada frekuensi radio khususnya untuk area kutub dan badai radiasi yang minor.
(Nat Geo Indonesia/langitselatan.com)

Share this:

ABOUTAUTHOR

Hi! Kalian boleh panggil aku "Admin N". Aku yang ada dibalik pembuatan post, pengembangan blog, dan yang suka ngetik-ngetik Tweet di Twitter dan status di Facebook. Support Astronomy Event terus ya! Dan juga support perkembangan ilmu astronomi di Indonesia!

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar